Senin, 31 Oktober 2011
Kehilangan
IBU... .. .
Aku sangat merasa kehilanganmu.. .
satu tahun sudah Ku hidup tanpa kasih dan sayangmu.. .
tak ada lagi yang mengomel lagi padaku.. .
Sungguh aku merasa kehilangan.. .
Tanpamu Aku tak bisa menutupi kesedihanku apabila Aku sendiri. ..
Tak ada tempat curhat lagi untukku.. .
Temanku.. . memang selalu menjadi teman curhatku.. .
Tapi, mereka tak sekuat Ibu.. .
Sekarang sudah ada yang menempati posisimu.. .
Tapi aku sama sekali tak merasakan kalau dia itu ada.. .
Ada atau tidaknya dia sama saja.. .
Saatku curhat tentang seseorang kepadanya.. .
Tapi,, apa..??
Tak ada respon atau nasehat untukku.. .
Tidak sepertimu Bu.. .
Yang selalu membuka jalan yg tertutup. ..
dan memperbaiki jalan itu.. .
Hingga tak ada jalan yg berlubang.. .
Ibu. .. .
Siapapun yg dalam ke'adaan sakit..
Selagi Ibu kenal orang itu. ..
Ibu pasti kan menjenguknya.. .
dan apabila anaknya yang sakit. ..
Maka Ibu akan merawatnya hingga benar-benar sembuh.. .
Bukan berarti Aku membandingkan Ibu dengannya.. .
Aku hanya ingin mempunyai Ibuu yang sesungguhnya.. .
Seperti layaknya keluarga bahagia...
:)
#LOVEYOUMOM#
Rabu, 28 September 2011
KISAH RINDA
“Pertemuan Singkat”
Suatu hari yang cerah membuat bunga-bunga di depan rumah Rinda Syafira terlihat sangat indah. Tapi sayangnya kecerahan pada hari itu tidak membuat hati Rinda menjadi cerah. Anak bungsu dari ke empat bersaudara ini sering sekali menyendiri, tapi itu hanya berlaku di rumahnya, di sekolah Rinda terkenal dengan keceriaan dan kejailannya.
Setiap pulang sekolah Rinda hanya berdiam diri di rumah, yang Rinda lakukan hanyalah mendengarkan dan memainkan musik, menulis, dan membersihkan rumah. Terkadang Rinda keluar rumah hanya untuk membeli sesuatu, mengerjakan tugas sekolah, atau sekedar untuk menenangkan diri saja.“Aku bingung, sebenarnya apa sih tujuanku hidup di dunia ini?” keluh Rinda dalam hati.
“Mah, aku berangkat sekolah dulu ya.” Pamit Rinda buru-buru.
“Loh kok buru-buru makan dulu ya Rin.” Sambut Mamah Rinda.
“Eem nanti disekolah saja, soalnya Rinda sudah terlambat.” Jawab Rinda menolak.
“Ya sudah hati-hati ya nak.”
Rinda pergi dengan motor maticnya, Rinda anaknya memang susah diatur. Meskipun susah diatur, tapi Rinda ini sangat baik, ramah, sopan, dan penurut.
“Rin, kamu sudah mengerjakan tugas belum?” Tanya Vira, sahabat Rinda sejak kecil.
“Sudah dong, kamu mau liat?” jawab Rinda sambil membuka tasnya.
“Iya, tapi itu juga kalau boleh, kalau tidak boleh juga tidak apa-apa kok..” sambung Vira.
“Aaah kamu ini, kitakan sudah sahabatan dari dulu. Jadi apa sih yang enggak buat kamu Vir” sambung Rinda sambil menyenggol bahu Vira.
Rinda tidak hanya terkenal dengan keceriaan dan kejailannya saja, tapi Rinda juga terkenal dengan kepintaran, kecerdasan dan kecantikannya. Maka tak heran setiap minggu Rinda yang kelahirannya di Prancis ini, sering ditembak oleh banyak cowok.
Bel berbunyi tanda kegiatan belajar mengajar selesai, dan Rindapun bergegas keluar dari kelasnya.
“Rin, kenapa terburu-buru seperti itu” Tanya Vira sambil melambaikan tangannya.
“Maaf Vir, aku pulang duluan ya soalnya aku mau ke toko buku”.
“Oh ya sudah, hati-hati ya”
“Iya, terima kasih” Sambut Rinda sambil memakai helm.
Sesampainya Rinda di rumah, Rinda langsung mencium tangan kedua orang tuanya dan langsung menuju ke kamarnya.
“Mah,Pah, aku mau ke toko buku dulu ya.” Pamit Rinda sambil memakan roti.
“Loh kok buru-buru susunya dihabiskan dulu.” Sambut Mamah Rinda.
“Eem nanti saja kalau Rinda pulang, bukunya itu sangat terbatas jadi Rinda takut gak kebagian.”
“Ya sudah hati-hati ya nak.”
Rinda pergi dengan motor maticnya, dan tak terasa dompetnya tertinggal di dapur. Rinda ini memang sangat teledor, dia selalu menaruh barangnya disembarang tempat.
“Permisi mba, buku tentang SEJARAH KOMPUTER masih ada atau tidak ya.?” Tanya Rinda sopan pada salah satu pelayan toko buku.
“Oh iya Neng, bukunya terbatas dan pembelian terakhir sudah dibeli oleh seseorang” jawab pelayan toko buku.
"Yaaah, padahal saya sangat membutuhkannya. Ya sudahlah terima kasih mba” keluh Rinda sambil berjalan menuju pintu keluar.
Rindapun keluar dari toko buku, dan tiba-tiba ada yang menyentuh bahunya. Rindapun tersontak kaget dan langsung melirik wajah orang yang menyentuh bahunya. Rindapun terdiam sejenak dan dalam hati Rinda berkata “Waah, tampan sekali cowok ini, tinggi lagi dan sepertinya dia anak baik-baik”. Sambil menatap wajah cowok tersebut.
“Eh sorry, aku tidak bermaksud mengejutkan kamu, aku cuma mau ngasih ini ke kamu.” Omong cowok itu sambil menyodorkan buku yang Rinda cari.
Rinda terdiam, dia bingung dia tidak mengenal cowok tampan ini. Dan tiba-tiba cowok ini memberi buku yang dia cari.
“Kenapa diam saja? Oh iya, namaku Fahmi kalau boleh tau siapa namamu.?” Fahmi bingung sambil menyodorkan tangannya bermaksud untuk bersalaman.
“Eeemm.. a.a…aku Rinda.” Jawab Rinda gugup.
“Oh Rinda ya, nama yang cantik sama seperti orangnya”. Sambut Fahmi sambil menundukkan kepalanya. “Eeem ma....makasih”. Jawab Rinda tersipu malu.
“Sekali lagi maaf ya, aku tidak bermaksud untuk mengejutkan kamu, aku liat kamu di toko buku tadi, kamu mencari buku inikan.?” Sambung Fahmi menenangkan Rinda yang terlihat gugup sambil menyodorkan buku yang Rinda cari.
“Oh iya memang aku mencarinya. Tapi sayangnya aku kurang beruntung. Aku cari kemana-mana tapi tetap saja aku tidak menemukannya.” Jawab Rinda masih gugup.
“Ya sudah, buku ini untuk kamu saja aku sudah selesai membacanya”. sambung Fahmi lembut.
“Eem tidak terima kasih. Lagi pula aku bisa pinjam ke teman aku kok.” Tolak Rinda yang sebenarnya ingin sekali menerimanya.
“Kenapa? Apa karena kita baru kenal.? Tenang saja aku orang baik-baik kok, jadi tidak usah takut.” Tanya Fahmi lembut.
“Bukan seperti itu, okelah aku terima bukunya, tapi aku membelinya, gimana?” Rinda menyetujui dengan syarat.
“Loh ko jadi gitu, akukan ingin ngasih ke kamu, bukan untuk menjualnya.” Tolak Fahmi.
“Ya sudah, kalau begitu aku tidak mau.”
“Oke,,oke.. buku ini kamu beli, tapi untuk kamu aku jual dengan harga 40 ribu saja, bagaimana.?” Fahmi menyetujui dengan syarat juga.
“Em, tapi gak apa-apa ni, buku inikan harganya lumayan mahal masa kamu jual dengan harga yang sangat murah sih.” Jawab Rinda berusaha mengelak.
“Tak apa, lagi pula bukunyakan sudah seken. Heeheehee..” jawab Fahmi sambil tersenyum.
Rinda menundukkan kepalanya sejenak, untuk menyembunyikan rona merah dipipinya. Dalam hati Rinda berkata “Duuh liat dia tersenyum, terlihat semakin tampan saja.”
“Ya sudah aku beli ya” sambung Rinda sambil membuka tasnya.
Tapi sayang, dompetnya tertinggal di dapur. Rindapun gelisah, sesaat dia melihat wajah Fahmi.
“Kenapa? Kok kelihatannya gelisah begitu.” Tanya Fahmi heran.
“Eem..anu..eem.. dompetku tertinggal di rumah, ya sudah aku pulang dulu ya, nanti aku kesini lagi.” Rinda tersipu malu dan hendak pergi.
“Ya sudah, ambil saja bukunya. Kalau masalah bayar nanti saja kalau kita ketemu lagi. Oke.” Fahmipun tersenyum sambil memegang tangan Rinda.
“Aduh, aku jadi merasa tidak enak ni sama kamu. Kalau saja dompetku tidak tertinggal pasti sudah aku bayar.”
“Ya sudahlah, ini bukunya.” Sambung Fahmi sambil menyodorkan buku.
“Terima kasih.” Sambut Rinda tersenyum.
“Iya kembali kasih. Oh iya, aku pergi dulu ya. Ini kartu nama aku.” Sambung Fahmi sambil melihat jam tangannya.
“Em, tunggu sebentar.” Ucap Rinda sambil mengambil selembar kertas dan menuliskan sesuatu “ini nomor Hpku.”
“Terima kasih.” Sambut Fahmi tersenyum.
Baru kali ini Rinda memberi nomor Hpnya pada orang yang baru saja dia kenal. Sungguh tak disangka perkenalan antara Rinda dan Fahmi sangatlah membuahkan hasil yang sangat manis.
“Mamah aku pulang..” salam Rinda kepada Mamahnya,
“Sudah pulang ya, sana makan dulu terus langsung mandi.” Sambut Mamah Rinda dengan kecupan.
“Iyah Mah. Mah tau tidak, aku tadi bertemu dengan seorang pria yang sangat tampan, dan dia juga ngasih buku ini ke aku.” Cerita Rinda yang membuat Mamahnya penasaran.
“Oh ya.? Apa kamu tidak takut sama orang itu.” Respon Mamah.
“Tadinya sih aku takut, tapi keliatannya dia orang baik kok. Jadi aku tidak takut.” Sambung Rinda.
“Ya sudah, nanti kenalkan sama Mamah ya.!”
“Oke, tapi aku tidak janji ya Mah, soalnya kaliatannya dia sibuk sekali.”
Rinda dan Mamahnya sangat akrab sekali, meskipun Rinda bukan anak kandungnya, tapi Mamah sangat sayang sekali pada Rinda. Ibu kandung Rinda sudah meninggal setahun yang lalu karena penyakit jantung yang dideritanya, kemudian Ayahnya menikah lagi setelah 8 bulan kematian Ibunya. Tadinya Rinda tidak setuju dengan perkawinan Ayahnya, namun karena Ayahnya sangat ingin sekali menikah akhirnya Rindapun menyetujuinya. Meskipun seperti itu, setiap pagi hingga siang Rinda selalu sendirian. Ayahnya sibuk bekerja, dan karena Mamahnya itu Bos disuatu pabrik terigu maka tak heran bila setiap hari dia selalu mondar-mandir kesana kemari. Sungguh kasihan hidup seorang gadis remaja ini. Dia kaya dan dia punya segalanya, tapi dia tidak mempunyai sesuatu yaitu kasih sayang dari orang tuanya. Dia hanya mendapat kasih sayang dari kakak-kakaknya dan teman-temannya saja, tapi tidak dengan kedua orangtuanya yang terlalu sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
“Perpisahan Kita”
Sudah hampir 5 bulan Rinda dan Fahmi berteman, setiap hari minggu mereka selalu jalan bersama. Dan saat berpisahpun tiba, Rinda sudah lulus sekolah dan berencana akan melanjutkan kuliah di Negara asalnya yaitu Prancis. Gadis indo ini sebenarnya tidak mau melanjutkan kuliah di Prancis, tapi karena ini kemauan almarhmah Ibunya dulu, jadi dia memutuskan untuk kuliah di Prancis.Ini adalah keputusan terberat dalam hidup Rinda. Rinda tak ingin pergi jauh dari Fahmi, tapi Rinda juga tidak ingin mengecewakan Ibunya. Tapi apa boleh buat, toh dia disana hanya 5 tahun. Tapi itu adalah waktu yang sangat lama bagi Rinda maupun Fahmi.
“Waaah… takku sangka ternyata Fahmi lebih kaya dariku, rumahnya besar sekali dan mobilnya banyak lagi.” Kagum Rinda dalam hati sambil memandangi rumah Fahmi.
“Permisi Non, cari siapa.?” Tanya tukang kebun yang ada disekitar rumah Fahmi.
“Maaf pak, apa benar ini rumahnya Fahmi Rizkian Hanggono.?” Tanya Rinda kepada tukang kebun.
“Iya betul, non siapa ya?” Tanya kembali tukang kebun sambil menganggukkan kepala.
“Saya Rinda saya temannya Fahmi, apakah Fahmi ada di rumah?” Jawab Rinda sopan.
“Oh ada, silakan masuk” sambut tukang kebun sambil membukakan gerbang. Rindapun masuk kerumahnya Fahmi dan melihat isi rumahnya yang sangat megah tersebut. Dan Fahmipun datang.
“Rinda” Undang Fahmi.
“Fahmi” Sambut Rinda dengan senyuman.
“Tumben kamu datang kesini? Kamu pasti kangen ya sama aku.? Heeheehee”. Canda Fahmi.
“Idih kamu tuh ya PD banget si” jawab Rinda mengelak, yang sebenarnya memang Rinda merindukan Fahmi.
“Heeeheehee…. Iya dong” Fahmi tersenyum.
“Fah, aku ingin bicara sesuatu sama kamu tapi tidak disini”. Rindapun mulai mengobrol.
“Boleh, ya sudah tunggu sebentar aku ganti baju dulu ya”.
Setelah selesai, Fahmi dan Rindapun langsung menuju suatu tempat faforit mereka. Sesampainya mereka disana, mereka saling diam. Dan akhirnya Fahmi yang memulai pembicaraan.
“Ada Rin? Katanya mau ngomong sesuatu.” Obrol Fahmi.
“Eh iya, em Fah aku mau kuliah di Prancis.” Sambung Rinda sambil menundukkan kepala.
“A…apa.? Prancis?” Fahmi terkejut.
“Iya Fah, sebelum Ibuku meninggal Ibu pesan sama aku agar kalau aku lulus sekolah, aku kuliah di Prancis.” Rinda menjelaskan.
“Tapi, Prancis itu bukan tempat yang dekat Rinda.” Fahmi mengelak.
“Aku tau Fah, tapi apa boleh buat itu keinginan Ibuku.”
“Berapa lamu kamu kesana?” Tanya Fahmi.
“Mungkin 5 tahun.” Jawab Rinda.
“5 tahun? Rinda aku tuh tidak bisa hidup tanpamu dalam waktu selama itu.” Fahmi tetap mengelak.
Setelah perdebatan antara Fahmi dan Rinda berlangsung lama, akhirnya Fahmi menyerah dan mengikuti apa kata Rinda.
Selasa, 27 September 2011
Installasi Clear OS server
Tahapan sebelum instalasi :
1. Siapkan CD installer ClearOS v 5.2
2. Perhatikan hardware requirements berikut :
Base Hardware
Processor/CPU ======>Up to 16 processors
Memory/RAM ======>At least 512 MB is recommended (see guidelines below)
Hard Disk ==========>At least 2 GB is recommended (see guidelines below)
CD-ROM ==========> Drive Required for CD installation only
USB ==============>Required for USB key installation only
Video Card =========>Almost any video card
Floppy Drive ========>Not required
Sound Card =========>Not required
Peripherals
Mouse ============>Not required (Required for installation only)
Network
Broadband=========> Ethernet, cable, DSL
Network Cards ======>A network card is required, two for gateway mode
1. Masukkan CD Installer dan booting under CD
Tekan "enter" untuk melanjutkan
2. Pilih bahasa
3. Pilih jenis Keyboard
4. Pilih media instalasi (dalam hal ini CDRom )
5. Pilih tipe instalasi
6. Ketikkan keyword “ClearOS” untuk melanjutkan instalasi
7. Pilih mode system :
Gateway : memerlukan minimal 2 LAN card
Standalone : hanya perlu 1 LAN card
Untuk keperluan router/server warnet pilih gateway
8. Pilih tipe koneksi internet
Jika kita menggunakan koneksi ADSL (missal: TELKOM SPEEDY) dengan isian
username+password di modem,maka pilih ETHERNET
9.Pilih konfigurasi manual
10. Masukkan ip address, sesuaikan dengan ip address modem.
Dalam contoh ip address modem : 192.168.2.1 dimasukkan dalam isian gateway,
dan ip address LANcard di server yang terhubung ke modem : 192.168.2.2
11. Masukkan IP address untuk LAN
Dalam contoh ip address LAN card yang terhubung ke jaringan LAN : 192.168.1.251
12. Masukkan password root
Di linux root adalah user tertinggi dalam hirarki, dan root bisa melakukan semua
instalasi dan setting advanced untuk fitur-fitur di dalam ClearOS server
13. Partisi
Jika anda belum menguasai masalah partisi linux, pilih “use default”
14. Pilih fitur-fitur yang akan diinstalasikan ke server.
Untuk keperluan server warnet bisa pilih DHCP, Antimalware dan
Antispam,Bandwidth Manager,Protocol Filter, Web Proxy dan Content Filter
15. Konfirmasi untuk melanjutkan instalasi
16. Proses instalasi berjalan otomatis
17. Konfirmasi untuk melakukan Reboot /Restart
Cerpen (Kado Untuk Sahabat)
Suatu hari canda dan tawa menyelimuti ke empat bersahabat yang sedang duduk di teras kelas mereka. Dan ke empat sahabat itu bernama, Ori, Ami, Hani dan Puti. Mereka sudah bersahabat kurang lebih satu setengah tahun. Siswi-siswi SMK kelas 1 ini, sangat suka sekali bercanda. Maka tak heran bila setiap hari canda dan tawa selalu menyelimuti mereka.
“Oooh ya Ri, temenin aku ke kantin yuk.!” Hani mengajak Ori pergi ke kantin.
“Ayuk..ada yang mau ikut gak..?” Oripun mengajak teman lainnya.
“Eemm.. gak deh, kita lagi males jajan, iya gak Put?” Ami dan Puti menolak.
Sementara Hani dan Ori pergi, Ami, Puti dan teman-temanpun berkumpul dan membicangkan sesuatu.
“Jadi gini,, dua hari lagikan Ori ulang tahun. Gimana kalau kita kerjain ajah.” Usul Ami pada teman-temannya.
“Eeemm,,tapi gimana cara ngerjainnya” Tanya salah satu teman Ami.
“Gimana kalau kita buat Ori sibuk, supaya Ori gak merasa kalau dia lagi dikerjain sama kita-kita” Amipun menjawab.
“Nah..gimana kalau praktek kita hubungin gurunya dulu buat kerja sama.?” Puti memberikan usul.
“Waah..ide bagus tuh..” Jawab teman-teman serentak.
“Eeh,,Ori dateng tuh.. yaw dah kita besok kumpul lagi yaah!”. Seru Ami.
Belpun berbunyi tanda istirahat telah selesai. Ori dan ketiga sahabatnya pun bergegas masuk ke kelas.
Lama kemudian Belpun berbunyi, dan itu adalah tanda selesainya KBM. Dan keempat bersahabatpun pulang ke rumah masing-masing. Karena Ory pulangnya naik motor, Ory pun pergi keparkiran untuk mengambil motornya. Sementara itu, ketiga sahabatnya merencanakan kejutan dihari ulang tahunnya.
“Eeeh,,gimana ni rencana ngerjain Ory jadi gak..?” Tanya Hani kepada teman-temannya.
“Jadi dong pastinya..” jawab Ami.
“Terus gimana cara ngerjainnya..?” Tanya Hani kembali.
“Jadi gini,, nanti kita kerja sama dengan guru praktek kita..” Jawab Ami kembali.
“Eeemm….terus siapa yang ngomong kegurunya..?” Tanya Puti.
“Yaw dah biar aku saja yang ngomong ke gurunya” Jawab Hani.
“Ooooh yaaah gimana kalau pas pulang sekolah, Ory kita taburin tepung.?” Usul Ami sambil menunjukkan jari telunjuknya ke atas.
“Waaaah.. aku setuju banget tuh.. semoga saja semuanya berjalan dengan lancar..” Sambut Hani riang..
Dua hari kemudian Ami, Hani, Puti dan teman lainnya mempersiapkan segala sesuatunya seperti menyiapkan tepung dan memanggil guru untuk bekerja sama mengerjai Ory. Hani dan Putipun pergi ke kantor untuk memanggil guru.
“Assalamualaikum Bu.” Sapa Hani dan Puti dengan ramah.
“Wa’alaikumussalam” Sambut Ibu guru.
“Ibu, kami minta tolong sama ibu boleh gak.?” Tanya Puti.
“Boleh, memangnya ibu harus bantu apa.?” Ibu guru pun mengiyakan.
“Jadi begini bu, sekarang teman saya Ory hari ini ulang tahun. Ibu bantu kami untuk ngerjai Ory yah.!” Hanipun menjelaskan.
“Cara ngerjainnya bagaimana.?” Tanya Ibu guru kebingungan.
“Yaa..Misalnya ibu marah sama Ory. Kalau marahnya sih terserah ibu saja.” Jawab Puti.
“Yaaw dah, nanti ibu usahain bisa” ibu gurupun setuju.
Bel berbunyi tanda mulainya KBM. Dan ibu gurupun masuk ke kelas.
“Assalamualaikum” masuk ibu guru dengan salam.
“Waalaikumussalam” jawab murid-murid serentak.
“Ibu absen dulu yah.”
Setelah semuanya sudah diabsen oleh ibu guru. Tiba-tiba Orypun dipanggil oleh ibu guru.
“Ory kenapa minggu kemarin kamu tidak berangkat sekolah?” Tanya ibu guru.
“Minggu kemarin saya sakit Bu” jawab Ory dengan lembut.
“Sakit? Apa kamu sudah kirim surat?”
“Belum Bu, soalmya Bapak saya sedang tidak ada di rumah, jadi tidak ada yang bikinin surat deh.”
“Dan kenapa akhir-akhir ini nilai kamu menurun. Apa kamu lagi ada masalah.?”
“Tidak ada Bu.”
“Terus apa alasannya nilai kamu menurun?”
“Akhir-akhir ini saya sering sedih Bu. Karena saya baru saja ditinggalkan oleh Bunda saya, makannya saya tidak konsen belajar”
“Oh, tapi jangan sampai mengganggu pelajaran dong. Kamu itu harus tetap semangat meski dalam keadaan apapun”
“Iya Bu, saya juga sudah mencobanya”
“Ya sudah kalau begitu silakan duduk”
“Iya Bu, terima kasih”
Lama kemudian bel pun berbunyi tanda selesainya jam pelajaran pertama.
“Sebelumnya Ibu minta ma’af kepada Hani dan Puti karena ibu tidak bisa mengerjai Ory, karena ibu tiba-tiba sedih mendengar cerita Ory. Jadi ibu minta ma’af” Ibu gurupun menutup pelajaran.
“Yaaaah Ibu gimana sih, ya sudahlah tidak apa-apa” Teman-temanpun mengungkapkan kekecewaannya.
“Happy birth day..Happy birth day…happy birth day..Ory..” teman-temanpun bernyanyi untuk Ory.
Ory pun kaget dan kebingungan. Dan teman-teman dan sahabat Orypun member selamat padanya. Dan lama kemudian, bel terakhir berbunyi tanda berakirnya KBM. Dan tiba-tiba Ory dikejutkan oleh sahabat dan teman-temannya yang menaburi tepung kepada dirinya.
“Aaaaaah…” Ory terkejut.
“Selamat ulang tahun yah Ory” teman-teman Ory pun memberi ucapan selamat kepada dirinya sambil menaburi tepung kebadannya.
“Iiiiih…kalian jahat banget sih.. baju ku kotor semua tau.” Ory mengeluh.
“Yaaah… tapi senengkan.?” Tanya teman Ory sambil tersenyum.
“Yaa..tapi tak apalah aku sangat gembira kok.” Jawab Ory dengan senyuman.
“Ooooh yaaa, ini kado dari kita” Amipun memberikan kado.
“Waaaah..makasih teman-teman” sambut Ory dengan senyuman.
“Iya, tapi jangan dilihat dari bungkusannya yang kecil ya..” Hani berkata.
“Iya, tapi lihatlah dari ketulusan kita-kita.. iya gak teman-teman?” sambung Ami.
“Iya iya.. aku juga tau… duuh.. makasih yaa buat semuanya” sambut Ory sambil membersihkan bajunya.
“Yaa sudah sekarang kita pulang yuuk” ajak Hani kepada teman-teman.
“Ayuk, aku pengen cepat-cepat mandi aku sudah gatel ni.” Sambung Ory yang sibuk membersihkan bajunya.
Dan kemudian merekapun pulang kerumah masing-masing dan tak lupa sebelum mereka pulang canda tawa selalu mengawali dah mengakhiri perjumpaan mereka. Itulah kejutan sahabat dan teman-teman Ory, yang berakhir sangat meriah.
SPESIFIKASI UBUNTU
Spesifikasi minimum
berikut spesifikasi paling minimum yang harus dipenuhi agar dapat menjalankan ubuntu pada komputer anda :
* Processor dengan kecepatan 300 MHz
* Sistem memori (RAM) 64 MB
* 4 GB kapasitas harddisk (untuk full instalsi dan swap)
* VGA graphics card dengan kemampuan resolusi 640 x 480
* CD-ROM drive atau network card
spesifikasi minimum yang direkomendasikan :
spesifikasi di atas sudah bisa menjalankan Ubuntu, namun di bawah ini adalah dpesifikasi minimum yang direkkomendasikan agar Anda dapat menjalankan Ubuntu dengan lancar, aman dan sejahtera, gemah ripah loh jinawi (apaan coba?)
* Processor dengan kecepatan 700 MHz
* Sistem memori (RAM) 384 MB
* 8 GB harddisk
* Graphic card dengan resolusi 1024 x 768
* Sound card
* CD/DVD ROM atau jaringan dan koneksi internet
Ingin menikmati visual efek dari Ubuntu… ?
* Processor dengan kecepatan 1,2 GHz
* Sistem memori (RAM) 512 MB
* 8 GB harddisk
* VGA yang mendukung
* Sound card
* CD/DVD ROM atau jaringan dan koneksi internet
Langganan:
Postingan (Atom)